Dengan langkah yang tergesa-gesa, Nala memasuki ruang instalasi gawat darurat sesuai dengan arahan Miles saat ia baru sampai di rumah sakit.
Dilihatnya Miles tengah duduk di kursi ruang tunggu, “Miles!”
Bisa Miles lihat wajah Nala yang begitu cemas, “Gimana keadaannya? Siapa pelakunya? Kok bisa sampe pingsan?”
Miles diserbu dengan pertanyaan yang terlontar dari mulut Nala.
“Tenang dulu Nal,” ucap Miles menenangkan Nala mengajak nya ikut duduk disampingnya.
“Tadi gue ga sengaja liat Lana ditarik sama cewe yang waktu itu gue ceritain ke lo. Lana dibawa ke toilet deket gedung rektor, yang gue tau itu toilet jarang dipake.” Nala mendengarkan cerita Miles dengan seksama tanpa mengalihkan pandangannya.
“Gue gatau gimana ceritanya mereka didalem, tapi yang pasti gue nemuin Lana dengan keadaan basah dan pingsan.”
Miles menatap Nala yang kelihatan marah, “Gue udah tanya ke temen gue buat tau siapa pelakunya,”
“Lo udah tau siapa?” tanya Nala.
Miles mengangguk mantap, “Udah, nanti gue kasih ke lo datanya.”
“Okey, thanks ya Miles,”
“My pleasure, Nala. Apapun buat temen kecil gue ini.”