Kita
Setelah membalas pesan dari Jean, Aileen bangun dari tempat tidurnya. Wajahnya menampakkan senyum yang tak bisa diartikan.
Bahagia? tentu! Siapa yang tidak bahagia jika perasaan nya terbalas?
Buru buru ia merapihkan dirinya dan segera turun menemui Jean. Dilihatnya Ervin, Juno dan Jean yang sedang mengobrol. Juno, teman Ervin sedang bermain dengan Ervin sejak sore tadi.
“Nah itu Aileen,” ucap Ervin.
Aileen yang ditatap Jean seketika salah tingkah hingga dahinya menabrak tembok. “Aduh!“
Jean yang melihatnya pun dengan sigap menghampirinya, “Liat liat dong Ai kalo jalan.”
Aileen hanya tersenyum kikuk ketika Jean memegang dahinya. “Yauda Vin, gue sama Aileen keluar dulu ya?”
Ervin mengangguk sambil mengacungkan jempol nya, “Hati hati ya! Daahh selamat jalan jalan pasangan baru.” ujarnya sambil tertawa yang dibalas dengan tumpukan sendal dari Aileen.
Kini, Aileen dan Jean berada di pasar malam dekat kampus. Canggung, itu yang menggambarkan keadaan mereka sekarang.
Jean menarik tangan Aileen pelan ke sebuah meja dekat bianglala, “Mau diem dieman sampe kapan?” ucapnya setelah keduanya duduk berdampingan.
Aileen menatapnya sekilas lalu kembali melihat lalu lalang orang didepannya, “Nengok sini dong.”
“Apaan sih Je, biasa aja ngeliat nya,” Aileen menatap kesal Jean yang menatapnya jahil.
Jean tertawa, “Katanya suka sama gue? tapi kok dianggurin?”
“Jean! Diem ga?!”
“Ya makanya hadap gue dulu,”
“Gamau!”
“Ya masa gue nembak tapi lo nya ga liat gue,” sontak Aileen menoleh kearahnya. “Beneran mau gue tembak ya?” Jean tertawa dan lagi Aileen kesal dibuatnya.
“Asu! Ngeselin banget lo, mau pulang aja gue,” Aileen bangkit dari duduknya namun ditahan oleh Jean.
“Marah marah ih si cantik,”
“Jean!”
Lagi lagi Jean dibuat tertawa oleh sikap Aileen yang menurut nya sangat gemas, “Iya iya sini duduk,”
“Sebelumnya, makasih karna lo udah berani confess ke gue. Lo keren banget udah berani jujur tentang perasaan lo, makasih ya Ai?”
Aileen mengangguk sambil tersenyum malu, “Dan, gue juga mau jujur kalo gue juga suka sama lo. Maaf ternyata gue juga baru sadar ada perasaan lebih ke lo.”
Jean menarik tangan Aileen lalu digenggamnya dan menatap matanya dalam, “Lo tau Ai? Seringkali temen gue nyadarin kalo gue punya perasaan lebih ke lo. Tapi gue selalu ngebantah cuma anggep lo temen. Tapi waktu liat lo pulang bahkan jalan sama si Raka, gue kesel banget. Gue telat sadar ya? maaf ya?”
“Gue juga gitu kok Je, gapapa kita emang telat sadar aja,,” ucap Aileen.
Jean tersenyum menatapnya, “Jadi Aileen, lo mau rubah status sahabat jadi pacar sama gue?”
Aileen menarik tangannya dari genggaman Jean yang tentunya membuat Jean heran, bertanya tanya apakah ia ditolak atau tidak.
Namun, detik selanjutnya ia dibuat kaget karna tiba tiba Aileen memeluknya hingga ia hampir terhuyung ke belakang.
“Gue rasa lo tau jawabannya,” jawab Aileen dan detik selanjutnya Jean ikut memeluk Aileen.
Malam itu, yang mungkin disaksikan banyak orang mereka merubah statusnya yang sebelumnya sahabat menjadi pacar.