Luka

Aileen menuruni tangga dengan sedikit berlari kecil, “Aileen! bisa gak sih jalan aja gausah lari.” tegur Ervin yang tadi sedang mengobrol dengan Jean.

Yang ditegur malah terkekeh, “Ayo Je.” ajak Aileen. Jean menatap Aileen sebentar lalu berpamitan dengan Ervin.

“Gue ajak keluar sebentar ya vin,” ucapnya. Ervin mengangguk, “Pulangnya jangan kemaleman ya Je.”

Jean melajukan mobilnya hingga tiba di depan gor. “Lo mau tunggu sini atau ikut turun?”

“Disini aja ya hehe,” tolak Aileen.

Jean keluar dari mobil untuk membeli cimol langganan Aileen. Tak perlu waktu lama, ia kembali dengan membawa 2 bungkus cimol dan 2 minuman dingin.

“Nih,” Tangannya menyodorkan sebungkus cimol kepada Aileen.

Bisa Jean lihat wajah Aileen yang tersenyum menerima cimol darinya, “MAKASIHH!!”

“Je, lo gak mau nanya gue udah putus atau belum? Gak mau gue cerita gitu?” tanya Aileen penasaran.

Jean yang sedang membuka tutup minumannya pun menoleh, “Kalo lo cerita tapi malah bikin lo sedih, mending gausah.”

Aileen menerima minum yang baru saja di buka oleh Jean, “Jo udah selingkuh sama Reva selama 3 bulan. Selama 3 bulan itu juga dia masih bersikap seolah olah cuma gue satu satunya.”

Jean mendengarkan Aileen tanpa menyelanya sedikit pun. “Gue gak ngerti kenapa dia sejahat itu sama gue. Gue kurang apa ya Je?” Aileen mengakhiri dengan sedikit tertawa miris.

“Gak ada yang kurang dari lo, emang si Jo nya aja yang brengsek ga bisa bersyukur,” Jean membuang botol bekas minumnya ke tempat sampah dekat mobil.

“Udah lah Ai, lo boleh galau, lo boleh sedih, itu wajar kok abis putus. Tapi lo harus inget, banyak diluar sana yang lebih baik dari dia dan lo pantas buat dapetin itu, percaya sama gue.”

Aileen melihat adanya luka yang mulai mengering diujung pelipis Jean.

“Lo abis berantem?” tanya Aileen.

“Hah?”

“Itu ujung pelipis lo”

Jean memegang ujung pelipis nya, “Oh ini, ngga ini mah tadi kejedot pintu. Ngga sakit kok.”

Aileen menatapnya curiga, tangannya ikut memegang ujung pelipisnya. “Bohong lo ya? mana gak sakit? nih gue pegang gini aja sakit.”

“Aduh! iya iya abis berantem, udah dong sakit nih.” Jean meringis kala Aileen menekan lukanya.

“Berantem sama siapa lo?”

“Sama ayam tetangga.”

Aileen menatapnya tajam, “Jean!”

Yang ditatap hanya tertawa, “Sama pacar lo, eh mantan deh.”

“Ngapain berantem sama Jo?! Aduh lo ini ada ada aja sih Je, ngapain coba berantem.” Aileen membuka dashboard mobil Jean mencari kotak p3k yang memang sengaja diletakkan di sana.

Diambilnya plester bergambar dino itu dan menempelnya dipelipis Jean. “Ya gue gak terima sahabat gue disakitin gitu aja.” bela Jean ketika Aileen selesai menempelkan plester.

Aileen menatap nya tak percaya. Jean bertengkar dengan Jordan karna dirinya. “Je, lain kali jangan berantem. Apalagi karna gue.”

“Gue ga akan diem aja kalo ada yang nyakitin sahabat gue Ai” Digenggamnya tangan Aileen, matanya menatap Aileen dalam. “Kalo ada apa apa bilang sama gue ya, gue ga akan segan segan ngebales siapapun yang nyakitin lo.”