Pt.2

“Tapi nih ya Ai, lo waktu bareng terus sama dia gimana? seneng ga?” tanya Jasmine.

Aileen terdiam, ya sejujurnya ia merasa senang bersama Jean. Dibuat tertawa walaupun sering bertengkar kecil.

“Ya .... gitu deh,”

Maudy yang melihat respon Aileen dibuat kesal, “Yang bener asu!”

“Eitss! santai santai, becanda elah tegang amat.”

“Ya jujur seneng sih, dia bikin gue lupa sama kesedihan gue waktu disakitin Jo. Gue nyaman sama dia, anaknya seru, sefrekuensi juga. Apa ya? he treat me better than Jordan.” ucap Aileen.

“Itu namanya lo suka sama dia Aileen,” ujar Jasmine.

“Ih tapi cuma temen doang Mine!” sanggah nya.

“Gue tabok lo ya? Udah deh gausah denial.”

“Nih sekarang lo agak jauhan sama dia, perasaan lo gimana?” tanya Maudy.

“Kehilangan ga?”

Aileen hanya diam disuguhi pertanyaan oleh Maudy, “Diem nya lo, gue anggap iya.”

“Confess Ai, jangan berlindung dibalik kata cuma temen.” ucap Alya.

“Tapi kan—”

“Confess selagi masih ada kesempatan, biar lo lega. Daripada ga sama sekali dan lo bakal nyesel selamanya.” ujar Jasmine.

Perkataan teman temannya membuat Aileen berfikir. Pikirannya tertuju pada satu kata, Confess. Semoga hal baik berpihak padanya.