Kangen Bunda

Setelah bersiap untuk berangkat, Aileen turun kebawah untuk sarapan terlebih dahulu bersama Ervin. Dilihatnya Ervin yang baru saja duduk di meja makan.

“Cuma ada sandwich gapapa ya ai? Si mbak lagi izin anaknya sakit.” ucap Ervin.

Aileen mengangguk lalu duduk disampingnya. Tiba tiba pikirannya membayangkan jika sang bunda ada di rumah pasti ia akan dibuatkan sarapan kesukaannya. Ervin yang melihat Aileen makan sambil melamun pun menegur, “Aileen, ga enak ya?”

“Hah? Enak kok, cuma kangen bunda aja.” ucapnya dengan lirih.

Lantas Ervin langsung mengusap punggung Aileen sambil tersenyum kecil, “Nanti kita susul bunda ya? minggu depan kan udah libur semester.” Dapat Ervin lihat mata Aileen yang berbinar, detik selanjutnya ia langsung memeluk Ervin dengan erat, “Makasih ya Vin!”

Bunda mereka sedang ada di Swiss menemani sang kakek yang sedang dirawat disana sejak 6 bulan lalu, makanya Aileen sangat senang ketika Ervin mengatakan akan menyusul kesana.

ekhm btw abis jadian nih, gimana gimana??” tanya Ervin sambil meledek setelah Aileen melepas pelukannya.

Yang ditanya malah tersenyum malu, “Ya gitu deh .... ” jawabnya.

“Yang bener kadal! Kalo Jean nyakitin lo, harus bilang ke gue dulu oke? biar langsung gue hajar dia.” ucap Ervin serius.

“IYAA IH GALAK AMAT ENTE”

Hp Aileen bergetar tanda ada notif masuk, dari Jean. Aileen menyuruh Jean masuk sebentar ketika Jean bilang sudah didepan rumahnya. Segera Aileen mengambil barang yang tertinggal di kamarnya.

Aileen dibuat terpaku saat melihat Jean sedang duduk di ruang tamu bersama Ervin.

“Tuh Aileen, berangkat dah sana,” ucap Ervin.

Setelah berpamitan buru buru Aileen masuk duluan ke mobil Jean, “Kenapa sih? tanya Jean ketika sudah duduk di kursi pengemudi.

“Kamu ganteng banget deh,” jawaban Aileen yang bisa dipastikan saat itu juga membuat Jean salah tingkah.