Tawaran
Hari ini Kaza datang kembali ke sekolah bersama Oliv, yang tentunya membawa mobil seperti kemarin. Baru saja turun dari mobil dan berjalan di koridor, mereka dihadang oleh Clara dan kelompoknya.
“Eh apaan nih? Minggir!” usir Oliv. Namun, mereka malah menatap Oliv tajam.
Kaza yang berada disamping Oliv dan tepat berhadapan dengan Clara hanya memandang jengah. “Minggir.” ucapnya.
Clara tersenyum sinis menanggapi ucapan Kaza. “Santai dong, buru buru banget, mau kemana sih?”
Kaza sangat malas berhadapan dengan orang seperti Clara. Ia juga melihat bahwa Oliv seperti tidak nyaman ditatap sinis oleh teman temannya Clara. Ia mencoba menerobos namun tangannya malah ditarik oleh salah satu teman Clara. “Ikut kita.”
Oliv yang kaget karna Kaza ditarik pun sedikit teriak, “WOY! TEMEN GUE MAU LO BAWA KEMANA ANJIR?!”
Namun teriakannya tak dihiraukan oleh mereka. Bukannya Oliv tidak mau mengejar, Oliv takut jika melihat adegan kekerasan didepannya. Akhirnya ia memutuskan untuk segera ke kelas dan mengabari Karin.
Kaza dibawa ke halaman belakang sekolah yang mana keadaan disana masih sepi karna masih pagi dan sedikit siswa yang sudah datang.
“To the point aja, gue mau ke kelas.” tegas Kaza.
Clara menatap Kaza dengan senyum sinis sambil memainkan ujung rambutnya. “Kenapa lo ngeblock gue?”
Kaza menghela nafasnya, “Alah gue kira apa, ga penting. Udah awas gue mau ke kelas.”
Langkah Kaza terhenti ketika Clara menghentakkan tubuh Kaza, “Gue belum selesai ngomong!”
Kaza menghempaskan tangannya dari Clara, “Jauhin tangan kotor lo dari gue!”
Clara menatap Kaza dengan nyalang, “Jangan sampe kesabaran gue abis ya!”
“Gue cuma mau kasih lo satu kesempatan lagi. Terima tawaran gue yang kemarin atau lo bakal kena akibatnya.”
Kaza menatapnya dengan tajam, berbicara dengan tegas dan lantang. “Lo denger ini baik baik. Gue gak akan pernah mau jadi bagian dari kelompok sampah kaya lo, walaupun lo kasih gue kesempatan berkali kali, inget itu.”
Sadar karna mulai banyak siswa yang memperhatikannya, Kaza memilih meninggalkan Clara yang tampaknya marah akan perkataannya.