The winner
Pertandingan tadi dipenuhi dengan sorakan masing masing tim. Nala, memenangkan pertandingan ini dengan begitu mudah.
Dirinya berjalan dengan menenteng piala ditangan kanannya dan helm ditangan kirinya menghampiri tim-nya, Bregas.
“Ini dia jagoan kita! Padahal abis hiat sebulan, tapi sekali turun langsung menang,” ucap salah satu temannya, Reno.
“Iya anjir, jago banget lo She! Lawan lo kan si Kenzo,” sahut lainnya.
Nala mengerutkan keningnya, “Oh namanya Kenzo?”
“Lah? Lo balapan tapi gatau lawan lo siapa?” tanya Reno. Nala menggeleng pertanda ia tidak tahu bahwa nama lawannya adalah Kenzo.
“Wah gila sih bisa bisanya lo gatau, padahal si Kenzo nih terkenal loh ga ada yang bisa ngalahin.”
“Halah itu mah temen temennya aja yang bikin rumor begitu. Nih buktinya, dia kalah sama Shezaa,” sanggah Reno lalu menoleh ketika melihat orang yang sedang mereka bicarakan menghampiri mereka.
Reno mengirimkan kode kepada Nala untuk menoleh kearah belakang nya. Nala pun menoleh dan melihat Kenzo, berdiri disana menatapnya dengan tatapan seperti marah.
Nala menatap nya datar tanpa ekspresi, menunggu Kenzo bersuara mengutarakan tujuannya. “Oh lo yang ngalahin gue tadi?” ucapnya sambil memandang remeh Nala.
Nala menaikkan sebelah alisnya, ia sudah bisa menebak. Kenzo bukanlah orang yang bisa menerima kekalahan, dan tidak ingin berada dibawah orang lain.
“Gausah seneng dulu, tadi itu lo cuma hoki!” ucap Kenzo.
“Terserah, nyatanya gue yang menang kan?” jawab Nala dengan santai yang disahuti sorakan senang dari anak Bregas.
Kenzo mengepalkan tangannya, tidak terima dirinya diledek oleh lawan. “Lo! Ga pantes ada ditempat ini, lo ga sebanding sama gue!” Lagi lagi Kenzo meremehkannya.
Tama yang baru saja datang hanya melihatnya tanpa mau ikut memisahkan Karna menurutnya, Nala sudah tahu apa yang harus dilakukan.
Nala memilih meninggalkan Kenzo yang masih terlihat marah, “Dasar cewek ga bener! Pasti orang tua lo ga becus ngurus anaknya sampe kaya gini! Apalagi nyokap lo, pasti kelakuannya mirip kaya lo, ga bener.” Kenzo menatap Nala dengan tersenyum remeh.
Bugh Semua yang berada disana bahkan tim lain pun menoleh. Tepat ketika Kenzo menutup mulutnya, saat itu juga Nala menghajar bagian hidung dan bibirnya hingga darah segar keluar dari sana.
“Sampah,” ucap Nala dengan penuh penekanan.
Semua diam hingga teman teman Kenzo mulai membawa pergi Kenzo yang merintih kesakitan.
“Lo inget ini, jangan sekali kali bawa bawa keluarga gue,”
“Atau besok, gue pastiin lo ga akan bisa lihat dunia.”