untuk Jerian
Suara Kaza membuat Jerian yang tadinya ingin membuka pintu mobil terhenti, “Abang tunggu sebentar ya, aku mau kesana.”
“EH! KAZA MAU KEMANA? HUJAN NIH!” suara Jerian sedikit teriak ketika Kaza mulai jauh dari pandangannya.
Akhirnya Jerian memutuskan untuk masuk duluan ke dalam mobil. Dirinya sedikit merasa cemas karna hujan mulai turun deras. Tak berselang lama, Kaza kembali dan masuk ke dalam mobil dengan baju yang sedikit basah.
“Kamu darimana? Tuh kan basah,” ucap Jerian lalu mengambil jaket yang memang ia simpan di jok belakang.
“Selamat hari abang!” sahut Kaza dengan sebuah kotak berisi kue rasa coklat ditangannya.
Jerian terkejut dengan hal itu, ia tak mengerti dengan maksud Kaza. “Za? Maksudnya?”
Kaza tersenyum lebar hingga giginya sedikit terlihat, “Karna papa udah ga ada dan abang yang gantiin perannya, jadi aku ucapin ke abang,”
Jerian terdiam tak membalas ucapan Kaza, dirinya benar benar tidak menduga Kaza akan memberinya kejutan kecil seperti ini. “Gamau dimakan kuenya?” tanya Kaza.
Bukannya menjawab, Jerian justru memeluk Kaza dengan erat. “Thank you, abang sayang banget sama Kaza.”
Kaza mengelus punggung Jerian dengan tangan kanannya karna tangan kirinya memegang kue, “Aku juga sayang abang. Makasih ya udah mau jaga Kaza, makasih juga karna udah jadi papa, mama, sekaligus abang buat Kaza.”
“Itu udah jadi tugas abang Za,”
Tak terasa keduanya menangis ditengah pelukan. Suasana semakin mendukung ketika hujan benar benar turun dengan deras.
“Eum .... abang, mau sampe kapan peluk Kaza? Pegel nih megang kue,” keluh Kaza.
Jerian melepas pelukannya sambil tertawa kecil, “Makannya di rumah aja ya?”
“Oke!”