Janji Ervin
Ervin memasuki kamar Aileen dengan segelas susu dan coklat ditangannya sesuai pesanan Aileen. Dilihatnya Aileen yang sedang duduk dikursi balkon kamarnya.
“Aileen.” panggilnya.
Aileen menoleh lalu menepuk kursi kosong disebelahnya, “Sini duduk.”
Ervin menurut duduk disebelahnya, “Nih minum dulu.” diberikannya segelas susu yang tadi ia bawa.
Aileen segera meminum susu itu hingga habis dan meletakkan gelasnya di meja.
“Jadi?”
Ada sedikit rasa ragu dalam hatinya sebelum bercerita kepada Ervin. Ia takut sesuatu akan terjadi dengan Jordan setelah Ervin tau semuanya, sama hal nya yang dilakukan Jean ke Jordan.
“Gue putus,” ucap Aileen.
“Kenapa?”
Aileen diam sejenak, menatap Ervin ragu. “Emang udah gak cocok aja sih.” bohongnya.
“Jangan bohong,” ujar Ervin sambil menatap netranya.
Kepalanya menunduk ketika ditatap seperti itu oleh Ervin. “Diselingkuhin. Dia selingkuh sama Reva, yang dibilang 'sahabatnya' itu.”
Emosi Ervin memuncak ketika tahu bahwa kembarannya diselingkuhi. Ia hanya tahu kalau Aileen putus dengan Jordan, tapi tidak dengan alasannya.
“Bangsat!” umpat Ervin.
“Kenapa lo baru bilang Ai?! Kenapa gue jadi yang terakhir tau alasan lo putus?! Gue kembaran lo!” Aileen yang melihat Ervin marah pun panik.
Ervin memang terlihat cuek. Tapi kalau sudah marah, Aileen sendiri pun panik dibuatnya.
“Jangan marah plis!” mohon Aileen sambil memegang lengan Ervin.
Ervin menatap nya tak percaya, bagaimana ia tidak marah jika kembarannya sendiri disakiti. Ia saja tak berani sedikit pun menyakiti Aileen.
“Gila ya?! Bisa bisanya lo nyuruh gue jangan marah disaat kembaran sendiri disakitin?!”
“Gue gapapa Ervin! Lo liat gue, apa gue keliatan sedih? Engga kan? Udah lah gue gapapa.” Sebisa mungkin Aileen meyakinkannya bahwa ia baik baik saja.
Ervin menghela nafasnya, ditatapnya netra Aileen yang terlihat ketakutan. Tangannya bergerak memegang bahu Aileen, dibawanya Aileen kepelukannya.
“Gue sayang sama lo, Aileen. Gue gak bisa diem aja ngeliat lo disakitin, gak boleh ada satupun yang boleh nyakitin lo.” tegas Ervin.
Aileen menyandarkan kepalanya dibahu Ervin, “Gue kurang apa ya vin sampe dia selingkuh?” ucap Aileen lirih.
Diusapnya kepala Aileen dengan pelan, “Lo lebih dari cukup Ai, jangan ngerasa lo yang kurang atau lo yang salah disini. Emang udah jelas dia yang salah.”
Sebenarnya, dari awal Ervin tidak begitu menyukai Jordan. Karna ia tahu, Jordan masih dekat dengan beberapa perempuan dengan alasan sebatas teman.
“Maaf ya, gue belum bisa ngelindungin lo dari cowo brengsek kaya dia. Gue belum bisa jadi kembaran sekaligus abang yang baik buat lo.” ucap Ervin.
Aileen menggeleng cepat, “Ngga! Lo udah jadi yang paling terbaik!” sanggah Aileen.
Malam itu, tanpa Aileen ketahui Ervin berjanji siapapun yang berani menyakiti Aileen, tak segan segan akan membuat orang itu merasakan hal yang sama dengan Aileen, bahkan lebih.